Kendari1234.com- Di Kota Kendari terdapat nama sejumlah daerah
kelurahan yang cukup akrab di telinga warga kota. Sebut saja daerah
Mandonga, Kemaraya, Puuwatu, Wuawua, dan Lepo-lepo. Tapi taukah arti
dari nama-nama itu? Pada edisi ini Suarakendari mecoba menelusuri arti
nama dan sejarah penamaan wilayah-wilayah di Kota Kendari.
Kemaraya dihuni multi etnis. Dari dulu selalu identik dengan pusat
pendidikan. Kenapa? Sebab di daerah inilah pertama kali berdiri
pusat-pusat pendidikan. Dari sekolah dasar, SMP, SMA hingga Universitas
pertama di Sulawesi Tenggara yakni Universitas Haluoleo dan Universitas
Sulawesi Tenggara yang terletak di Jalan Mayjen S Parman.
Nama daerah Kemaraya memang sedikit unik. Dan ternyata nama kemaraya
bukan berasal dari salah satu bahasa local di Sulawesi Tenggara.
Melainkan akronim atau kependekan dari nama Kendari Mandonga Raya
yang disingkat menjadi kemaraya. Sejarah penamaan kemaraya sendiri
diberikan oleh Mantan Gubernur Sultra Edy Sabara karena wilayah
Kemaraya
merupakan pusat kosentarasi wilayah pendidikan Kota Kendari, serta
menjadi tempat bermukimnya para pejabat di masa itu. Disamping itu
penamaan kemaraya tak lepas dari proses pemekaran wilayah Mandonga yang
nota bene menjadi pusat kosentrasi kedua perekonomian wilayah Kendari
ketika itu.
“Jadi nama itu nama yang diambil dari singakatan Kendari Mandonga
Raya, karena memang dulu mandonga menjadi wilayah yang sangat berkembang
dan boleh dibilang menjadi primadona atau pusat kota,”kata Asrif, tokoh
masyarakat Kemaraya, Kendari. Di masa lampau, wilayah kemaraya
merupakan daerah konsentrasi para pendatang asal
Sulawesi Tenggara (suku
torete dan menui) yang kemudian disusul kehadiran etnis tolaki yang
berasal dari wilayah wawotobi, lasolo dan unaaha dan melakukan proses
asimilasi serta perkawinan antara suku pendatang dan suku asli kendari
dari wilayah Puuwatu, Ranomeeto dan Abeli. (SK)
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

0 komentar:
Posting Komentar