“Pekerjaannya memang cukup berat, karena
di tengah teluk dan konstruksinya juga harus bisa termanfaatkan hingga
ratusan tahun ke depan. Namun, rumah sakit ini akan menjadi sebuah
kebanggan bagi daerah dan menjadi bekal di akhirat nanti. Insyah Allah,
masjid ini sudah optimal termanfaatkan sebelum masa jabatan saya
berakhir, Februari 2018,” kata Gubernur Nur Alam, saat meninjau
pembangunan Masjid Al Alam di Teluk Kendari, awal pekan ini.
Untuk diketahui, sejak dimulai bulan
April lalu, tahapan pengerjaannya sudah masuk tahap pembuatan mall untuk
pengecoran lantai dan pemasangan rangka untuk tiang mesjid. Untuk
meralisasikan janji itu, PT Brantas Adipraya harus menggenjot pengerjaan
fisiknya. Apalagi rangka tiang penyanggah dicor sebelum masuk
pembangunan kubah mesjid. Masih tersisa waktu kurang lebih 5 bulan bagi
pemerintah untuk membuktikan janjinya.
Berdasarkan pantuan Kendari Pos,
aktivitas pekerja begitu sibuk. Tidak hanya disisi bangunan, namun
jalan menuju mesjid. Di bangunan mesjid, pembuatan mal untuk pengecoran
lantai dan pemasangan rangka untuk tiang terus dikebut. Hampir semua
tiang pancang sudah tertutup mall. Hanya sekitar 6 tiang yang belum
tertutupi. Sementara pembuatan rangka tiang mesjid yang akan menjadi
penopang kubah mesjid baru setinggi antara 2 s.d 3 meter.
Pekerja Masjid Al Alam yang tetap menggenjot pembangunan masjid di Bulan Ramadan 1437 Hijriyah
Mobilisasi material pun lebih mudah.
Bila sebelumnya, hanya bisa dilakukan menggunakan kapal kini sudah bisa
menggunkan rakit. Apalagi jarak antara jalan dan mesjid tinggal sekitar
25 meter, yang dipisahkan laut. Makanya, sejumlah material tertumpuk di
area timbunan. Namun dengan telaten, para pekerja menyeberangkan
material menggunakan rakit.
Menurut
pengakuan salah seorang pekerja, pengecoran lantai sudah bisa dilakukan
setelah pemasangan mall rampung. Hanya saja, ia tidak bisa memastikan.
Namun bila melihat mall yang telah terpasang, diperkiran sekitar bulan
Juli sudah dimulai. Sementara untuk pengecoran tiang penyanggah kubah
belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab rangka tiang penyanggah
masih akan dinaikan selanjutnya dibuatkan mall. Sayangnya, ia tak tahu
berapa ketinggian tiang penyanggah.
Kepala Biro Humas dan PDE Sultra,
H Kusnadi optimis pengerjaan fisik masjid Al Alam bisa dirampungkan
sesuai rencana. Dari hasil konfirmasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU),
tahap pengerjaan konstruksi bangunan masih sesuai jadwal alias on the
track. Makanya, ia menepis sikap pesimistis beberapa pihak. Apalagi
pengecoran lantai mesjid akan segera dilaksanakan. Di sisi lain,
tiang-tiang penyanggahnya pun sudah mulai terpasang.
“Saat berkunjung ke lokasi proyek,
gubernur cukup puas. Apalagi progres pengerjaannya sudah jauh dari
perkiraan. Gubernur sempat berpesan agar pengerjaan proyek ini bisa
selesai tepat waktu. Pada instansi terkait, beliau meminta untuk terus
dilakukan pengawasan. Makanya, pemerintah memiliki keyakinan pembangunan
lantai, tiang penopang dan kubah bisa diselesaikan tahun ini,” kata
mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra ini.
Metode
pembangunan masjid Al Alam ini katanya, sudah tuntas ditahap desain.
Menurutnya, semua metode pengerjaannya sudah dirancang. Mekanisme
seperti apa yang paling baik. Apakah pembangunanya melalui pabrikasi
atau pengecoran langsung. Makanya, metode yang diterapkan sudah
merupakan yang terbaik. Di satu sisi, PT Brantas Adipraya bukan
perusahaan sembarangan, tapi perusahaan nasional yang sudah memiliki
pengalaman. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sudah mengatur tahapan
demi tahapan.
“Namanya saja, proyek besar. Tahapannya
tidak seperti proyek yang sering kita lihat. Jadi ada tahapan yang harus
dilalui. Tidak bisa, bangunannya langsung jadi. Dari segi kemampuan, PT
Brantas sudah teruji. Mereka pasti tahu kapan memulai pekerjaan. Selain
memiliki SDM yang memiliki kemampuan, dari segi peralatan yang mereka
miliki tidak diragukan,” tandas mantan Kabag Humas.

0 komentar:
Posting Komentar