Kendari1234.com,KENDARI—Setelah
begitu lama tertunda tanpa kejelasan, pemasangan tiang konstruksi sisi
laut Jembatan Teluk Kendari bakal terealisasi. Apalagi sejumlah titik
yang menjadi area pemasangan tiang pancang telah dinyatakan steril dari
sisa ranjau perang dunia II oleh Satuan Tugas (Satgas) Komando Armada RI
Kawasan Timur (Koarmatim). Atas dasar itu, konsorsium pemenang tender
pun kini bergerak cepat. Terlebih target pengerjaan proyek senilai Rp
729 miliar ini harus dirampungkan dipenghujung tahun 2018.
Untuk memastikan hal itu, tahap persiapan pengerjaan fisik sisi laut
pun mulai dilaksanakan. Di sisi lain, alat yang akan dipergunakan
menancapkan tiang-tiang pancang di tengah Teluk pun telah dimobilisasi
secara bertahap. Rencananya, seluruh peralatan yang akan digunakan pada
pemasangan tiang pancang telah tiba di Kendari pada akhir Juli ini. Bila
peralatan sudah lengkap, pemasangan tiang pancang sisi laut proyek
mercusuar ini akan dimulai.
“Kalau
kemarin-kemarin, jadwal pengerjaan fisik jembatan Bahteramas khususnya
sisi laut masih enjel. Tapi saat ini, sudah tidak enjel. Jadi apa yang
direncanakan pemerintah sudah terbukti. Sebenarnya, pengerjaan proyek
ini sudah dimulai. Hanya saja, pengerjaannya sempat tertunda lantaran
adanya sisa ranjau yang tertimbun di dasar Teluk. Namun setelah operasi
kemarin, 14 titik yang diduga ranjau kini sudah steril,” kata La Ode
Saidin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sultra kemarin.
Pasca operasi pembersihan ranjau kata mantan Kabid Bina Marga, tugas
pemerintah memfasilitasi pengerjaan proyek ini dinyatakan rampung. Untuk
pengerjaan fisik proyek ini, sepenuhnya diserahkan pada konsorsium
pemenang tender sebab sudah menjadi tanggungjawabnya. Kendati demikian,
pemerintah tetap akan melakukan pengawasan.
“Tanggung
jawab, kini ditangan kontraktor. Kalau tidak dikerja, maka tidak akan
dibayar. Sebab mereka akan dibayar sesuai porsi yang dikerjakan. Jadi
mereka tidak perlu lagi menunggu komando dari pemerintah. Namun dengan
track record yang dimiliki PT PP dan PT Nindya Karya, pemerintah yakin
pengerjaan konstruksi jembatannya akan rampung sesuai yang ditargetkan.
Apalagi sudah banyak proyek nasional yang dikerjakan BUMN ini. Tidak
hanya di tingkat nasional, namun juga internasional,” kata Saidin
optimis.
Saat ini lanjut mantan Kabid Cipta Karya, rencana pemasangan tiang
pancang terus dipersiapkan. Terlebih sisi laut menjadi awal dimulainya
pengerjaan fisik. Kaki-kaki tiang pancang inilah yang akan dihubungkan
ke dua sisi daratan. Makanya, porsi pengerjaan fisik difokuskan pada
rencana pemasangan tiang pancang. Untuk itulah, pendistribusian alat
yang akan digunakan terus dilakukan. Berdasarkan hasil konfirmasi, pada
akhir bulan ini seluruh peralatan sudah siap.
Khusus
jadwal pelaksanaan ground breaking, pemerintah berupaya bisa dihadiri
langsung Presiden, Jokowi atau Wapres Jusuf Kalla (JK). Bersama pihak
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera), pemda
terus melakukan komunikasi dengan protokoler kepresidenan maupun wapres.
Apalagi sudah menjadi tradisi, setiap proyek mercusuar akan dihadiri
dua orang berpengaruh di Indonesia minimal anggota kabinet kerjanya.
Meskipun jadwalnya belum dipastikan, namun pelaksanaannya tidak akan
menunda pemasangan tiang pancang jembatan.
“Kalau peletakan batu pertama kan hanya acara seremonial semata. Jadi
pelaksanaannya, bisa kapan saja. Tapi untuk jadwal pemasangan tiang
pancang, tetap akan dilakukan. Intinya, pengerjaan fisik ini bisa
dimulai. Tapi bagaimanapun, besar harapan pemerintah Presiden atau
Wapres yang hadir pada pelaksanaan ground breaking jembatan,”
pungkasnya.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)

0 komentar:
Posting Komentar